Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS 

Resume ke       : 24

Gelombang       : 22

Tanggal            : Jumat, 26 Nopember 2021

Tema                : Poin Buku yang Digunakan pada Kenaikan Pangkat

Narasumber     : Dr. H. Imron Rosidi, M.Pd


“Belajar menulis adalah belajar menangkap moment kehidupan dengan penghayatan paling total, yang paling mungkin dilakukan manusia.” – Seno Gumira Ajidarma --

Sudah siap menyimak resume pertemuan 24? Yuk, dilanjut. Pertemuan ke 24 ini membahas tentang ‘Poin Buku pada Kenaikan Pangkat PNS’. Materi ini disampaikan oleh Dr. H. Imron Rosidi, M.Pd dan dimoderatori oleh Bapak Dail Ma’ruf. Bapak Imron adalah seorang kepala SMA 1 Bangil, tim penilai kenaikan pangkat guru pusat, dan tim penilai kenaikan pangkat Provinsi Jawa Timur.

Untuk kenaikan pangkat bisa dilakukan dengan 3 pembagian, yaitu pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif. Pertama, pengembangan diri misalnya mengikuti kegiatan MGMP dan KKG. Selain itu, mengikuti diklat fungsional yang diadakan oleh lembaga diklat resmi perguruan tinggi, dinas pendidikan, cabang dinas, dan lain sebagainya.

Kedua, publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah meliputi, penelitian/laporan penelitian (PTK), eksperimen, deskripsi, pengembangan yang juga bisa diubah menjadi buku-buku pelajaran, pedoman, pengayaan, dan karya ilmiah yang lainnya. Buku pelajaran ber-ISBN lengkap misalnya modul AK 0,5, karya terjemahan AK 1, buku pendidikan dan pedoman guru AK 1,5. Maksimal satu buku setiap kenaikan pangkat. Kegiatan yang menunjukkan publikasi ilmiah juga bermacam-macam misalnya presentasi di forum ilmiah, laporan hasil penelitian, tulisan ilmiah popular, artikel ilmiah, buku pelajaran, modul, buku dalam bidang pendidikan, karya terjemahan, dan buku pedoman guru. Buku hasil penelitian diterbitkan ber-ISBN dan diedarkan secara nasional/ada pengakuan dari BSNP AK 4. Buku teks pelajaran bidang ilmu/mata pelajaran diperuntukkan bagi siswa jenjang pendidikan tertentu, BSNP AK 6, ber-ISBN AK 3, dan tidak ber-ISBN AK 1. Selanjutnya modul dan diktat, modul bertujuan agar siswa bisa belajar mandiri sedangkan diktat bertujuan mempermudah dalam mempelajari materi mata pelajaran yang disampaikan oleh guru. Minimal untuk modul dibuat per semester tapi bisa dibuat juga pertahun tergantung kebutuhan, di tingkat provinsi AK 1,5, di tingkat kota/kab AK 1, dan di tingkat sekolah AK 0,5.

Buku bidang pendidikan merupakan buku yang berisi pengetahuan terkait pendidikan. Buku pendidikan yang ber-ISBN AK 3 sedangkan buku yang dicetak dan tidak ber-ISBN AK 1, 5. Kemudian karya terjemahan. Karya terjemahan adalah tulisan yang dihasilkan dari penerjemahan buku pelajaran/buku bidang pendidikan, dan bahasa asing/bahasa daerah ke dalam bahasa Indonesia atau sebaliknya untuk proses kegiatan yang menunjang kegiatan pembelajaran AK 1.

Ketiga, karya inovatif. Karya inovatif meliputi, puisi, cerpen, novel, drama, dan lain sebagainya. Dari ketiga pembagian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis buku dapat dilakukan dengan berbagai jenis, misalnya buku pelajaran, buku bidang pendidikan, buku sastra, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sesuai dengan Permenpan No PER/16/M.PAN RB/11/2019, karya inovatif meliputi:

1.    Menemukan teknologi tepat guna

2.    Membuat/memodifikasi alat pelajaran/peraga/praktikum

3.    Mengikuti pengembangan penyusunan standar, pedoman soal, dan sejenisnya pada tingkat nasional

4.    Menemukan atau menciptakan karya seni.

Sesuai dengan paparan di atas, karya inovatif dapat juga berupa kumpulan cerpen, minimal 5 cerpen atau lebih kategori sederhana dan 10 cerpen kategori kompleks. Contoh lain adalah puisi, yang terdiri atas 20 puisi atau lebih kategori sederhana dan lebih dari 40 kategori kompleks dst. Selamat berkarya, belajar itu menyenangkan …

 

Comments

Popular posts from this blog