Pemasaran Buku 

Resume ke       : 21

Gelombang       : 22

Tanggal            : Jumat, 19 Nopember 2021

Tema                : Pemasaran Buku

Narasumber     : Agus Subandana, S.E., M.M

“Buku adalah gudang ilmu, kuncinya adalah membaca.” – Agus Subandana --

Pemateri pada pertemuan ke 21 kali ini adalah Bapak Agus Subandana, yang merupakan direktur bagian pemasaran buku yang bekerja di Penerbit Andi Yogyakarta selama 17 tahun, yaitu sejak awal 1999 hingga sekarang. Beliau menggeluti bagian pemasaran. Lulus S1 dan S2 jurusan manajemen pemasaran dan sering menjadi moderator berbagai event webinar adalah beberapa kesibukan Beliau di luar profesinya. Sudah siap pada pertemuan kali ini?... Baik, langsung kita mulai ya…

Budaya membaca, gerakan literasi, adalah dua hal yang sangat menguntungkan dan menciptakan peluang usaha bagi perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan buku. Hal ini menjadi lazim karena dampak covid bagi berbagai usaha juga ikut mempengaruhi, apalagi bagi usaha-usaha yang bersinggungan secara langsung.

Dampak Covid bagi Usaha Pemasaran Buku

1.        Jaringan toko buka tutup selama covid

2.        Pengunjung ke toko menurun drastis karena adanya pembatasan pengunjung. Selain itu, karena covid mau tidak mau gaya dan motivasi pengunjung untuk ke toko juga berkurang.

3.        Penurunan omset toko sekitar 60-90 persen

4.        Pelaku usaha mengurangi jumlah judul buku terbit. Terutama buku baru dan mengurangi pendistribusian agar tidak makin merugi dan cenderung tetap bertahan.

5.        Beberapa penerbit banyak yang gulung tikar karena dampak covid yang makin tidak bisa dibendung.

6.        Pemasaran buku reselling ke instansi, perpustakaan keliling cukup maksimal karena tidak ketemu langsung

7.        Instansi mengurangi pembelian buku karena pengurangan anggaran. Anggaran lebih difokuskan kepada masalah kesehatan.

8.        Akhirnya, strategi pemasaran dioptimalkan ke online dan jaringan komunitas secara online.

Strategi pemasaran Buku Andi Offisite banyak sekali. Jenis buku yang diterbitkan juga memiliki 32 kategori, seperti anak, bisnis, novel, pertanian, pengembangan, dan lain sebagainya. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya faktor mikro, meliputi perantara, pemasok, pesaing, dan masyarakat sendiri. Sedangkan pengaruh dari faktor makro antara lain demografi ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Strategi pemasaran yang dilakukan adalah pemasanan buku melalui serangan udara (online) dan pemasaran buku melalui serangan darat (offline). Hal ini juga ikut dipengaruhi oleh pentingnya transformasi digital, sehingga interaksi antar individu secara fisik makin berkurang seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini juga berdampak pada digital marketing yang juga memberi manfaat (1) biaya murah, (2) daya jangkau luas, (3) cepat, (4) mudah menentukan target pasar, (5) komunikasi lebih mudah, dan (6) sangat membantu penjualan buku.

Pemasaran buku dapat pula dilakukan melalui market place dan website. Melalui berbagai macam sosial yang ada saat ini semakin mempermudah pemasaran barang apa saja, contohnya buku. Selain itu, dari sosial media tersebut dapat pula mengenalkan berbagai macam produk, testimoni, promo, mencantumkan harga, alamat, dan sebagainya.

Penjualan buku lewat online harus ekstra proaktif untuk promosi, supaya (1) menyebarkan buku secara masif kepada target pasar potensial, (2) mendapatkan konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama, (3) menjaga kestabilan penjualan saat kondisi pasar lesu, (4) menaikkan penjualan dan profit, (5) membandingkan dan keunggulan produk dibandingkan dengan pesaing, (6) membentuk citra produk di mata konsumen, (7) mengubah tingkah laku (kurang suka baca, kurang suka beli buku) menjadi tertarik untuk membeli.

Selain melalui market place dan website, penjualan buku bisa pula dilakukan melalui komunitas. Kuncinya harus proaktif komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi. Penjualan melalui komunitas, misalnya webinar, event, channel TV, kelas menulis, dan lain sebagainya. Terakhir, pemasaran buku adalah melalui offline. Pada bagian ini dilakukan dengan cara melakukan pemerataan wilayah di nusantara dengan membuka cabang tiap kota besar yang potensi pasarnya sangat baik. penerbit Andi sendiri memiliki sekitar 90 cabang di seluruh Indonesia. Sehingga Penerbit Andi merupakan pemasok toko buku di Indonesia. Pemerataan toko buku ini melalui modern, semi modern, dan tradisional.

Toko buku modern, seperti Gramedia, Gunung Agung, dan Togamas. Semi modern adalah yang memiliki administrasi semi modern, sedangkan tradisional, transaksi masih secara manual. Strategi promosi di toko buku modern melalui berbagai cara, yaitu (1) menguasai display buku (tampilan buku dapat terlihat), (2) mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di neon box, X banner, (3) bedah buku, talkshow, potongan harga pada buku tertentu dan produk tertentu, dan (4) mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadan, TAB, TAM, dkk).

Strategi pemasaran dengan direcselling dikategorikan berdasarkan jenis kategori buku yang diterbitkan. Jenis kategori ini dibagi menjadi beberapa target pasar, yaitu buku pendidikan, buku teks perguruan tinggi, dan buku referensi yang semuanya ditempatkan seorang sales. Tugas dan tanggung jawab dari sales ini adalah (1) melakukan kunjungan langsung ke sekolah untuk menemui kepala sekolah, bagian kurikulum, perpustakaan, dan lain-lain (2)  kunjungan langsung ke kampus, (3) kunjungan langsung ke perpustakaan sekolah. Tujuannya adalah melakukan interaksi dan menjalin hubungan yang baik sehingga penjualan meningkat.

Comments

Popular posts from this blog