Menulis Autobiografi 

Resume ke       : 20

Gelombang       : 22

Tanggal            : Rabu, 17 Nopember 2021

Tema                : Menulis Autobiografi

Narasumber     : Suparno, S.Pd, M.Pd

 


“Menulislah setiap hari, mutu dan rejeki akan mengikuti.” – Suparno, S.Pd.,M.Pd --

Pelatihan belajar menulis PGRI bersama Om Jay ternyata sudah sampai pertemuan ke 20 ya… Waw, luar biasa sekali. Mesti terseok-seok karena banyaknya tugas sekolah dan kondisi badan yang kurang fit selama dua seminggu, akhirnya pagi ini saya niatkan untuk menyelesaikan resume pertemuan ke 20 dan pertemuan setelahnya. Bismillah, pertemuan ke 20 kali ini mengambil tema Menulis Autobiografi. Wah, luar biasa sekali ya, temanya. Mengandung suatu makna yang mendalam karena autobiografi adalah riwayat hidup diri sendiri dimana tidak mudah seseorang untuk menuliskan riwayat hidupnya. Akan tetapi, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri dan dapat mengajarkan kepada anak cucu sendiri tentang riwayat hidup dari orang-orang terdekatnya. Pertemuan ke 20 kali ini juga menjadi pintu gerbang untuk mendapat predikat lulus dari kelas menulis gelombang 21 dan 22 ini, dimana syarat agar lulus adalah (1) mengikuti minimal 20 kali pertemuan, (2) membuat resume yang di up load di blog, dan (3) membuat buku solo.

Baiklah, pemateri kita kali ini adalah Bapak Suparno dan tidak lupa dimoderatori oleh Ibu Raliyanti. Bapak Suparno adalah seorang kepala SMPN 2 Karangrejo Magetan. Hobi Beliau adalah membaca, menulis, dan motivator literasi. Beliau juga pernah menjadi pemimpin redaksi majalah Pena Mageti. Lahir di Magetan, 25 Juli 1966, lulus D3 IKIP Surabaya, S1 Wima Madiun, dan S2 Unipa Surabaya.

Ada beberapa buku karya Bapak Suparno, antara lain Panduan Belajar Exel, Perjuangan Hidupku, Panduan Pranatacara dan Pamedharsabda, Catatan Harian Seorang Kepala Sekolah, Catatan Kepala Sekolah, Lulus Corona, Potensi Desa Pojoksari, Dharma Wanita, dan Langkah Jitu Menulis Buku. Prestasi Beliau juga tidak perlu diragukan lagi, beberapa diantaranya yaitu, lulusan terbaik jurusan PPB D3 IKIP Surabaya 1989, lulus terbaik jurusan PPB S1 Wima 1996, guru berprestasi juara 2 TK Kabupaten, narasumber guru pembelajara tahun 2016-2018, pemimpin redaksi majalah Tramedia tahun 2004-2010, dan pemimpin redaksi majalah Pena Mageti tahun 2019-2020. Aktivitas lain yang Beliau geluti adalah aktif di guru pengajar praktik program pendidikan guru penggerak Kemendikbud Ristek dan pelatih pramuka Kwarcab Magetan.

Sebagai pengantar, Bapak Suparno membagikan link blog yang menjelaskan, “Anda punya skill yang hebat, lulusan sekolah terbaik, punya sertifikat hebat, tetapi kalau attitude Anda tidak menyenangkan, misalnya tidak disiplin, menganggap remeh, tidak tepat waktu, Anda akan hilang. Klien Anda akan lari satu per satu.” – Helmi Yahya. Jadi kehebatan Anda tidak ada artinya sama sekali manakala attitude Anda buruk sehingga tidak menyenangkan. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan dengan Mas Menteri tentang profil pelajar Pancasila, yaitu beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, berbineka, bergotong-royong, kreatif, bernalar, kritis, dan mandiri. Profil pelajar Pancasila seperti ini tak akan tergantikan dengan siapa pun bahkan mesin atau teknologi sekali pun.

BJ Habibi pernah berkata “Tidak ada gunanya memiliki IQ tinggi tapi pemalas, tidak memiliki disiplin. Yang penting Anda sehat dan mau berkorban untuk masa depan yang lebih cerah. Dari banyaknya kutipan di atas menandakan tentang pentingnya menjaga pikiran dan sikap dari diri sendiri agar dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi lingkungan. Bahwa karakter seseorang secara tidak langsung akan mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan masa depannya. Baiklah, mari kita ke materi ini pada pertemuan kali ini ya.

Autobiografi adalah menulis riwayat hidup yang ditulis oleh diri sendiri. Sedangkan biografi adalah riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain. Lalu sebenarnya, apa sih manfaat menulis autobiografi itu? Ada beberapa manfaat seseorang menuliskan riwayat hidupnya antara lain, mengisnpirasi orang lain, anak cucu misalnya, sebagai refleksi diri, dan dapat meningkatkan angka kredit untuk ASN.

Cara atau Tips Menulis Autobiografi

1.    Baca banyak autobiografi

Baca minimal 3 buku autobiografi dari tokoh terkenal, berpengaruh, dan berprestasi. Hal ini secara tidak langsung dapat membantu penulisan autobiografi dengan mencari banyak referensi.

2.    Membuat outline

Tulis dari hal kecil dahulu hingga saat ini, periodisasi yang urut misalnya SD, SMP, SMA, kuliah, bekerja, menikah, dan lain sebagaianya.

3.    Tulis masalah yang dihadapi, kenangan indah, tantangan, hal pahit, kenangan mendalam, dan lain sebagainya.

4.    Siapkan data pendukung lainnya, misalnya dokumentasi foto, kata mutiara/inspiratif, dan catatan di masa silam.

5.    Membuat jadwal menulis

Berusaha patuhi jadwal yang sudah Anda susun. Apabila terganggu dengan munculnya ide dari topik lain, tulis saja di catatan kecil, laptop, atau hape dan kembali kepada kegiatan menulis Anda tentang autobiografi yang akan Anda sususn.

6.    Pantikan semua sub tema sudah terisi dan dikembangkan secara sempurna. Kemas naskah ke dalam buku yang utuh dari halaman penerbit, kata pengantar, daftar isi, sub topik, dan tentang penulis.

7.    Baca kembali autobiografi yang sudah Anda susun. Lakukan editing, bila perlu mintalah orang lain untuk membaca naskah Anda. Hal ini bertujuan untuk memastikan tata bahasa, ejaan, tanda baca, dan kesesuaian isi dari naskah yang sudah dibuat agar ada evaluasi dan pembandingnya.

8.    Buat cover yang menyenangkan, minta tolong orang terkenal untuk membuat kata pengantar di buku Anda.

9.    Kirim ke penerbit.

Nah, itu tadi tips dan langkah menulis autobiografi. Sebenarnya setiap orang mudah menuliskannnya karena autobiografi berdasarkan pengalaman diri sendiri, sesuatu yang pernah dialami sehingga lebih mudah pula menuangkannya ke dalam tulisan. Tertarik untuk membuat autobiografi?... mulailah dari sekarang. Belajar itu menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog