Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan
Resume
ke : 13
Gelombang : 22
Tanggal : Senin, 1 Nopember 2021
Tema : Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber : Susanto, S.Pd
“Ketika sebuah karya ditulis, maka
pengarangnya tidak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi.” – Helvy
Tiana Rosa --
Wah,
sudah di pertemuan ke 13 saja nih. Semoga
tetap antusias dan konsisten ya. Pertemuan tadi malam bertema “Proofreading sebelum Menerbitkan Tulisan”
dengan narasumber Bapak Susanto dan dimoderatori oleh Ibu Rominiyati/Kak Ros. Seperti
biasa, pelatihan belajar menulis kali ini dimulai pukul 19.00 via wa grup. Ada empat
pembagian sesi, yaitu pembuka, sesi penyampaian materi, tanya jawab, dan
penutup. Bapak Susanto biasa disapa dengan nama komunitas Pak D, seorang guru
yang lahir di Gombong Kebumen, 29 Juni 1971. Beliau memiliki buku solo Berani Menulis dalam 20 Hari. Selain buku
solo, ada sekitar 4 buku antalogi, seperti Ukir
Prestasi dan Tebar Prestasi (2020) dan 7 buku hasil praktik menjadi editor,
seperti Kunci Sukses menjadi Moderator
Online (2020) dan Membongkar Rahasia
Melunis ala Guru Blogger (2021).
Pak D mengikuti berbagai komunitas menulis, seperti Legerunal (Cakrawala Blogger Guru Nasional), AISEI Writing Club, Rumah Virus Literasi, dan berbagai grup menulis bersama Om Jay. Pak D juga merupakan alumni kelas pelatihan belajar menulis bersama PGRI gelombang 15 loh. Baiklah, sudah siap ke materi hari ini ya. Siapkan catatan dan konsentrasi ya.
Proofreading
Apakah
yang dimaksud proofreading? Proofreading adalah kegiatan uji baca. Uji
baca merupakan membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah memeriksa apakah
terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Ada berbagai macam kesalahan yang
dimaksud, seperti kesalahan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan
nama, istilah, pemenggalan nama, kalimat efektif, susunan kalimat, substansi
tulisan dapat dipahami atau belum, dan logis. Proofreading tidak sekedar menyoroti ejaan dan tanda baca tapi juga
logika dalam sebuah tulisan, apakah sudah masuk akal atau belum. Maksud dari
masuk akal di sini adalah dapat diterima logika dan dipahami.
Mengapa harus melakukan proofreading? Proofreading adalah aktivitas memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dipublikasikan atau dibagikan kepada pembaca. Jadi, kegiatan ini adalah kegiatan terakhir sebelum tulisan selesai. Hal ini berkaitan dengan kesempurnaan tulisan secara fisik maupun berterima maknanya bagi pembaca. Sehingga apa yang dimaksud oleh penulis sampai kepada pembaca. Jika proofreading dilakukan oleh penulisnya sendiri, kira-kira kapan melakukannya ya? jika naskah sudah selesai, lakukan proofreading setelah naskah sudah diendapkan beberapa saat. Hal ini bertujuan untuk lebih objektif dan penulis bisa benar-benar bertindak sebagaai calon pembaca. Kemudian proofreading bisa dilakukan juga oleh orang lain. Tujuannya adalah lebih meningkatkan objektifitas dan kesempurnaan tulisan.
Langkah
Proofreading
Ada
beberapa tahapan yang harus dilakukan saat seseorang melakukan proofreading. Paparannya adalah sebagai
berikut.
1. Merevisi
draf awal teks
Kegiatan merevisi yang pertama ini
bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti membuat perubahan yang
signifikan, mengurangi, menambah, memindai, atau menghapus seluruh bagian.
2. Merevisi
penggunaan bahasa
Merevisi penggunaan bahasa
meliputi, kata, frasa, kalimat, susunan paragraf, dan teks secara keseluruhan.
3. Memoles
kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan
konsistensi gaya serta memperbaiki kalimat-kalimat yang ambigu.
4. Cek
ejaan
Untuk melakukan uji baca, cek ejaan
dengan merujuk pada KBBI dan PUEBI, tetapi ada juga kata-kata yang mencerimkan
gaya khas penerbit. Hal itu merupakan selingkung dari penggunaan bahasa
penerbit yang membedakan dengan gaya penerbit lain. Cek ejaan meliputi,
pemenggalan kata yang perujuk pada KBBI, konsistensi nama dan ketentuannya,
perhatian judul bab dan penomorannya, dan hindari kesalahan typo (salah ketik) ataupun penyingkatan
kata, dan berbagai macam kesalahan yang tidak perlu lainnya.
Biasanya waktu proofreading yang teliti akan semakin lama tulisan tersebut bisa dishare atau diterbitkan. Salah satu pertanyaan yang menarik tadi malam adalah pertanyaan dari Arham, S.Pi yang menanyakan bagaimana strategi agar tulisan dapat dipublikasikan lebih menarik, logis, mudah diopahami, dan bisa menghipnotis pembaca. Ada beberapa strateginya, pertama tulisan sesuai tema. Kedua, mengandung unsur 5 W + 1 H. ketiga, struktur kalimat jela, misalnya SPOK dan penggunaan kalimat tunggal serta kalimat majemuk. Keempat, upayakan tidak terjadi kesalahan ejaan, penulisan, dan pemenggalan kata. Kelima, pilihan diksi atau kata yang digunakan bagus, menggunakan kata baku sesuai dengan KBBI dan PUEBI. Luar biasa ya materi proofreading kali ini. Tetap konsisten belajar ya. belajar itu menyenangkan.
Comments
Post a Comment