Program Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu 

Resume ke       : 12

Gelombang       : 22

Tanggal            : Jumat, 29 Oktober 2021

Tema                : Program Menulis Buku Mayor dalam dua Minggu

Narasumber     : Prof. R. Eko Indrajit

 


“Mulailah menulis hal-hal yang kamu ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri” – J.K. Rowling --

 

Selamat malam, bertemu kembali di kelas pelatihan belajar menulis PGRI bersama Om Jay. Pada pertemuan ke 12 kali ini merupakan salah satu pertemuan yang sebenarnya sangat saya nanti-nantikan. Mengapa? Karena topik yang dibahas dalam pertemuan ini tentang ‘Program Menulis Buku Mayor dalam Dua Minggu’. Sudah umum diketahui oleh khalayak bahwa menulis dan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor tidaklah mudah. Tentunya penerbit mayor memiliki kriteria tertentu untuk menerbitkan tulisan kita, apalagi diksi yang paling menggelitik adalah ‘dalam Dua Minggu’. Kok bisa ya? Itulah yang menjadi tanda tanya dan meningkatkan antusias saya malam ini.

Pertemuan ke 12 ini akan dibersamai oleh Bu Aam Nurhasanah sebagai moderator dan Prof. R. Eko Indrajit atau biasa disapa Prof. Eko yang akan menjadi narasumbernya. Sudah siap dengan materinya, silakan menyiapkan catatannya ya. Prof. Eko lahir di Jakarta, 24 Januari 1969. Beliau adalah seorang tokoh pendidikan dan pakar teknologi informatika yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Pradita. Selain itu, Beliau adalah sosok penggerak riset informatika dan teknologi digital, narasumber yang aktif di berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang diterbitkan di dalam maupun di luar negeri. Beliau juga menjadi anggota pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia dan menjadi Ketua Learning and Character Center (PSLCC) PGRI  yang berperan melakukan pengembangan profesi guru, pendidikan guru, dan pendidikan karakter berbasis teknologi dan informasi. Untuk pengalaman menulis, sudah luar biasa sekali, Beliau sudah menulis sekitar 50 buku dan ratusan tulisan baik popular maupun akademis serta menjadi salah satu penulis trensenter penerbit Andi.

Prof. Eko sering menjadi pemateri dari berbagai kegiatan. Sebenarnya ada sebuah cerita yang menyebabkan Prof. Eko memiliki program menulis buku selama dua minggu. Berawal ketika Beliau menjadi pemateri dan Beliau merasa antusiasme dari para peserta pelatihan begitu semangat untuk menulis sebuah buku. Oleh karena itu, Prof. Eko meminta peserta untuk berselancar ke aku youtube Beliau dengan Ekoji Channel untuk memilih salah satu tema yang paling menarik dari beberapa tema yang tersedia bagi peserta. Tantangan ini hanya dilakukan dalam dua minggu, minggu pertama Ekoji meminta peserta menuliskan apa yang diutarakan dalam video dengan menuliskan menggunakan bahasa sendiri. Setelah melihat hasilnya, Ekoji mengajak membuat table of contents/daftar isi dan mempersilakan peserta mencari rujukan atau sumber lain dari internet untuk memperkaya tulisan tersebut. Tulisan rata-rata 100 halaman lebih dalam format A5 dan kemudian diserahkan ke penerbit Andi untuk kemungkinan diterbitkan. Setelah itu, penerbit Andi melakukan telaah/kurasi dan menetapkan bahwa sebagaian besar tulisan tersebut dapat diterbitkan dan beberapa lainnya ada juga yang perlu direvisi. Setelah melakukan proses tahap demi tahap akhirnya terbitlah buku tulisan guru yang hebat tersebut dan sekarang sudah sampai pada enam gelombang. Memang ada beberapa program Ekoji, yang pertama adalah angkatan pertama yang merupakan generasi pelopor dan angkatan kedua disebut September Ceria. Buku yang sudah terbit ini dapat dinikmati secara fisik maupun berupa ebook yang semuanya ber-ISBN. Dari yang awalnya sebuah tantangan dan akhirnya menjadi kenyataan, kejutan di pertengahan tahun pun terjadi, salah satu buku menjadi juara pertama buku terbaik versi perpustakaan nasional untuk kategori PJJ. Wah sungguh luar biasa ya.

Buku di atas adalah buku hasil kolaborasi antara peserta yang lolos di tantangan Ekoji (Bu Aam Nurhasanah) bersama Prof. Eko. Pada pelatihan ke 12 ini, Bu Aam membagikan tips bagaimana menyelesaikan tantangan tersebut. Tips 1 minggu pertama adalah membuat skala prioritas. Kedua, petakan mana tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu dan paling mendesak. Ketiga, selesaikan satu per satu tugas tersebut dan menikmatinya tanpa beban. Keempat, satu hari menulis satu bab, 25 halaman A5. Lima hari sudah 125 halaman A5. Dilanjut di hari 6-7 untuk swasunting. Sebenarnya setiap orang pasti memiliki kesibukannya masing-masing, tinggal niat yang kuat, kerja keras, dan komitmenlah yang membuat ada satu orang yang berhasil dan lainnya tidak. Untuk itu, yuk belajar bersama untuk berkomitmen menulis.

Paparan di atas adalah kronologi bagaimana Ekoji mempunyai tantangan menulis selama dua minggu ya. Kali ini, akan kita bahas, kriteria tulisan yang diterbitkan oleh penerbit mayor. Pertama, seberapa menarik judul/topik pembahasannya. Topik yang sedang menjadi trend dan dibicarakan orang biasanya menarik untuk penerbit. Kedua, seberapa dikenal penulisnya. Penulis yang sudah memiliki nama biasanya akan lebih mudah untuk bukunya diterbitkan oleh penerbit mayor karena penulis biasanya sudah memiliki penggemar tersediri sehingga karya-karyanya akan selalu dinantikan. Akan tetapi, untuk menjadi penulis yang dikenal juga tidak mudah ya, perlu kerja keras, tulisan yang khas, dan ide yang menarik untuk menjadi penulis terkenal. Mungkin kita bertanya-tanya, lalu apa sih sebenarnya manfaat menulis? Manfaat menulis sangat banyak. Pertama, dikenal banyak orang. Banyak orang yang mengenal, lancar pula rejeki yang menghampiri kita. Kedua, ada pemasukan tambahan, misalnya dari royalty, seminar, lokakarya yang diselenggarakan untuk topik yang kita tulis. Ketiga, kita bisa jalan-jalan gratis karena banyak orang yang ingin menyimak dan menginginkan kita bicara di tempat mereka. Keempat, kita akan dikenal sepanjang masa. Sebenarnya ada banyak sekali manfaat menulis itu, kita bisa lebih produktif, melatih otak untuk berpikir, dan lebih peka terhadap lingkangan.

Nah, lebih semangat kan dari pertemuan ke 12 ini. Nantikan materi-materi yang menyenangkan lainnya di kelas belajar menulis selanjutnya. Belajar itu menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog