Teks Anekdot
A.
Struktur dan Kaidah
1.
Definisi
Teks
anekdot adalah teks yang memaparkan cerita singkat, lucu, menarik, dan
mengesankan karena isinya berupa kritikan atau sindiran terhadap kebijakan,
layanan public, perilaku penguasa, dan kejadian lainnya.
2.
Tujuan
a. Menyampaikan kritikan dan
sindiran dengan cara yang lucu
b. Menyampikan kejadian dengan cara
yang tidak biasa dan menghibur
c. Menyampaikan nilai didik/pesan
moral
3.
Struktur
|
No |
Struktur |
Penjelasan |
|
1 |
Abstrak |
Uraian ringkan tentang sesuatu yang hendak disindir/dikritik |
|
2 |
Orientasi |
Pengenalan tokoh |
|
3 |
Krisis |
Memuat tahapan peristiwa, cerita memuncak, dan hamper menuju
penyelesaian |
|
4 |
Reaksi |
Jawaban terhadap permasalahan yang ditujukan pada tahap krisis |
|
5 |
Koda |
Berisi penutup atau penegasan ulang |
4.
Ciri/Kaidah
Kebahasaan
a. Menggunakan kalimat lampau
Contoh:
pada tahun 2019, kemarin, beberapa menit yang lalu dkk
b. Menggunakan tanda seru (!) untuk
menegaskan sesuatu
Contoh:
Oooo, itu baru koruptor hebat!
c. Menggunakan kalimat yang
menyatakan unsur kelucuan
d. Menggunakan kalimat retoris
Kalimat
retoris adalah kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban.
Contoh:
Siapa sih yang nggak pengen kaya?
e. Ada konjungsi
f.
Terdapat
kata kerja aksi/verba
B.
Membandingkan Anekdot dan Lelucon
|
No |
Anekdot |
Lelucon |
|
1. |
Isinya kritikan/sindiran terhadap kebijakan atau layanan
pablik dkk |
Isinya lebih ringan dan berkaitan dengan topik
keseharian |
|
2. |
Fungsi: menyampaikan kritikan atau sindiran
secara lucu |
Fungsi: menghibur |
|
3. |
Pesan: tersirat Kadang orang harus beberapa kali membaca baru
tahu maksudnya |
Pesan: tersurat atau malah tidak ada Karena topik yang dibahas ringan sehingga mudah
dipahami |
|
4. |
Fakta/rekaan |
Ide cerita rekaan |
C.
Wujud Anekdot
1.
Stand up
2. Teks cerita lucu
3. Karikatur bertema politik
4. Komik bertema politik
D.
Mengonstruksi Makna Tersirat
dalam Teks Anekdot
Langkah-Langkah
1. Membaca secara keseluruhan teks
2. Memahami unsur-unsur dalam teks
3. Mengungkap aspek lucu, konyol,
sindiran, kritikan, dan kejengkelan dalam teks
4. Mengungkap makna tersirat berupa
kalimat sindiran/amanat dalam teks
E.
Pola Penyajian
1. Diawali dan diakhiri dengan tanda
(“…”)
2. Huruf awal setelah tanda petik
ditulis huruf kapital
3. Antara pembicara dan apa yang
dibicarakan dipisahkan dengan tanda (:)
Comments
Post a Comment